Kamis, 09 April 2015

Puisi Bahagiaku Surga Mereka Deritaku pilu mereka

Bahagiaku Surga Mereka

Deritaku pilu mereka

 

Aku berdiri…

di sini, di jalan setapak yang membisu…

dengan mahkota, raga kebanggaanku…

mataku nanar jauh

 

Terlihat dua sosok dengan senyum merekah…

senyuman yang selalu kunantikan…

 

Dan tiang hidupku… Cerminku

 

Papa… Mama

 

Kuayunkan kakiku menuju dua matahari..

Senyum, senyum kebahagiaanku…

 

Terlintas Pengorbananmu Mama…

Titik darah penghabisanmu telah kau korbankan sehingga aku dapat menikmati segarnya udara

 

Papa… yang telah bekerja keras

Sehingga aku dapat ,emik,ati hidup sepanjang waktu…

 

            Apa yang dapat aku lakukan untuk mereka

            Pemberontakan sering aku lakukan kepada mereka…

 

                        Tapi mereka tidak mendendam rasa dendam terhadapku…

            Bahkan mereka selalu menyebut namaku di setiap doa mereka…

 

Ya Tuhan.. betapa durhakanya aku ini

Tak sadarkah mereka orang paling berharga dalam hidupku…

 

            Langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka…

            Kupandangi mereka inci demi inci…

            Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih…

            Kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput…

 

Kudekap mereka sampai erat…

Sambil berkata…

“Papa… Mama…

            yang aku berikan hari ini

            tidak akan cukup untuk

            menutupi semua yang

            papa, dan mama

            berikan kepadaku”

 

 

            Terima kasih

            Papa… Mama

            Aku sayang papa dan mama

            Sampai akhir hayatku

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar