Bahagiaku Surga Mereka
Deritaku pilu mereka
Aku berdiri…
di sini, di jalan
setapak yang membisu…
dengan mahkota,
raga kebanggaanku…
mataku nanar jauh
Terlihat dua sosok
dengan senyum merekah…
senyuman yang
selalu kunantikan…
Dan tiang
hidupku… Cerminku
Papa… Mama
Kuayunkan kakiku
menuju dua matahari..
Senyum, senyum
kebahagiaanku…
Terlintas
Pengorbananmu Mama…
Titik darah
penghabisanmu telah kau korbankan sehingga aku dapat menikmati segarnya udara
Papa… yang
telah bekerja keras
Sehingga aku dapat
,emik,ati hidup sepanjang waktu…
Apa
yang dapat aku lakukan untuk mereka
Pemberontakan
sering aku lakukan kepada mereka…
Tapi
mereka tidak mendendam rasa dendam terhadapku…
Bahkan
mereka selalu menyebut namaku di setiap doa mereka…
Ya Tuhan.. betapa
durhakanya aku ini
Tak sadarkah
mereka orang paling berharga dalam hidupku…
Langkah-langkahku
terhenti di hadapan mereka…
Kupandangi
mereka inci demi inci…
Rambut
yang dulu hitam kini mulai memutih…
Kulit
yang dulu kencang kini mulai berkeriput…
Kudekap mereka
sampai erat…
Sambil
berkata…
“Papa…
Mama…
yang
aku berikan hari ini
tidak
akan cukup untuk
menutupi
semua yang
papa,
dan mama
berikan
kepadaku”
Terima
kasih
Papa…
Mama
Aku
sayang papa dan mama
Sampai
akhir hayatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar